BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Minggu, 04 Desember 2011

Manajemen Bandar Udara 4

Obesitas Passenger Dan Pooling Dua Anak
Ditulisan saya yang ke-10 ini, saya ingin melanjutkan bahasan saya yang ke-9 yang membahas tentang hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Obesitas Passenger (Penumpang gemuk) dan Pooling Dua Anak (Dua anak kecil ditempatkan dalam satu kursi).
Penumpang dengan ukuran badan/fisiknya sangat gemuk/besar, seperti atlet gulat tradisional jepang; sumo dll, harus mendapatkan penanganan secara khusus. Untuk penumpang dengan ukuran fisik seperti ini perlu disediakan kursi yang lebih dari penumpang biasa/normal, yaitu dua kursi sekaligus dan ditempatkan di barisan depan atau palin belakang serta dekat gang/row. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan penumpang tersebut masuk dan keluar dari kursi/barisannya sehingga tidak mengganggu penumpang lainnya.
Penumpang semacm ini tetap membayar 100%, meskipun ada beberapa airline yang mempunyai aturan lain, yaitu membayar dua kursi (2X lipat) atau kena biaya tambahan 50%.
Sedangkan bila diketahui penumpang anak untuk penerbangan tertentu, perlu diberlakukan ketentuan untuk pooling 2 anak. Maka, untuk satu kursi dpat diisi oleh 2 orang anak setelah diketahui secara pasti kondisi fisik kedu anak tersebut memungkinkan untuk didudukan dalam satu kursi.
Ketentuan seperti ini biasanya diberlakukan apabila terdapat kondisi sebagai berikut.
1. Kondisi pesawat penuh (peak season). Bila tidak penuh, tetap didudukkan satu kursi untuk satu anak.
2. Umur kedua anak tersebut tidak lebih dari 7 tahun.
3. Kedua anak tersebut bias bersandar dalam satu kursi dan satu keluarga dengan seizing orang tua.
4. Ditentukan di airport setelah petugas melihat secara langsung kondisi fisik anak. Ketentuan pooling ini hanya untuk pesawat-pesawat tertentu yang memang dapat melakukan ketentuan tersebut.
5. Umumnya ketentuan ini hanya diberlakukan untuk penerbangan ke luar negeri (internasiaonal).
Ditulisan saya yang ke-9 ini, saya ingin melanjutkan bahasan saya yang ke-8 yang membahas tentang hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Strecher Case Passenger (penumpang yang ditandu).
Penumpang ini kondisi fisk dan mentalmya memerlukan tandu alat bantu untuk memudahkan penumpang naik pesawat/berada di dalam pesawat. Pengangkutan penumpang sakit ini harus melalui proses penanganan standar yang disebut medical clearance atau medical case disingkat MEDA. Untuk kepentingan ini, maka perusahaan penerbangan harus menyediakan peralatan tersebut dan untuk memudahkan koordinasi, penyediaan alat tandu sebelumnya harus dilakukan terlebih dahulu. Permintaan tanda harus diajukan pada waktu membuat reservasi yang hendaknya dilakukan jauh hari sebelumnya. Permintaan ini akan diteruskan kepada bagian-bagian lain yang terkait dengan pengurusannya.
Untuk pembayaran, sebagian airline mengenakan biaya normal 100%. Sementara itu, beberapa airline yang lain ada yang menetapkan biaya tambahan yang besarnya bervariasi.
Untuk pengangkutan penumpang yang ditandu ini, persyaratan yng harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1. Adanya surat keterangan dokter yang menyatakan penumpang tahan naik pesawat dan penyakit yang dideritanya tidak menular;
2. Diantara oleh anggota keluarga, perawat dan/atau dokter;
3. Naik ke pesawat duluan dan turun belakangan;
4. Tersedia ambulance ditempat/stasiun tujuan;
5. Membayar biaya tambahan sebesar 200%;
6. Beberapa perusahaan menetapkan biaya berbaring di pesawat sebesar tiga kali harga tiket normal dimana ia naik (dengan asumsi ia memerlukan tiga seat);
7. Menandatangani form of indemnity.
Perusahaan penerbangan menyediakan botol berisi oksigen bagi penumpang orang sakit membutuhkannya selama penerbangan dengan biaya/tariff yang telah ditentukan untuk setiap botolnya. Pemberitahuan tentang adanya penumpang orang sakit kepada awak pesawat tercantum di dalam dokumen yang disebut passage information sheet (PIS). Informasi tentang penumpang orang sakit, termasuk permintaan tandu atau stretcher langsung dikirim bersamaan dengan pengiriman load message pada saat keberangkatan pesawat.
Dalam hal ini untuk memperlancar pekerjaan, maka diperlukan adanya koordinasi menyangkut seating, makanan, ambulance, pihak penyambut/penjemput, dll.
Wheel Chair Pax
Ditulisan saya yang ke-8 ini, saya ingin menjelskan beberapa hal mengenai penumpang khusus (special passenger). Yang pada tulisan ini saya ingin membahas mengenai Wheel Chair Pax (penumpang yang memerlukan kursi roda).
Wheel chair pax adalah penumpang yang karena kondisi kesehatannya/keadaan fisiknya yang memerlukan kursi roda untuk menuju ke pesawat atau sebaliknya. Permintaan kursi roda ini dapat dibagi dalam tiga kategori berikut:
1. Penumpang dapat naik dan turun sendiri serta bergerak ke/dari tempat duduk. Dalam hal ini dari gedung terminal ke pesawat dan sebaliknya penumpang akan memakai kursi roda. Penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHC (penumpang memerlukan kursi roda sewaktu didalam kabin).
2. Penumpang tidak dapat naik dan turun dari pesawat sendiri, tetapi dapat jalan ke/dari tempat duduk sendiri, dengan sangat sulit dan pelan-pelan.penumpang seperti ini dikenal dengan istilah WCHS (penumpang tidak bias naik-turun pesawat menggunakan tangga atau step).
3. Penumpang dapat naik dan turun pesawat sendiri ke/dari tempat duduknya, dan tidak bias berjalan agak jauh, misalnya di Ramp. Penumpang seperti ini dikenal sebagai penumpang WCHR.
Untuk poin 2 dan 3 penumpang harus disediakan kursi roda dari petugas pembantu bandara keberangkatan dan bandara tujuan. Bila tidak ada yang mengantar dan menjemput dapat diminta bantuan cabin crew atau ground staff dll.

Freight Fowarding
Freight forwarding adalah layanan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menangani impor internasional atau multi-nasional dan ekspor. Sementara freight forwarder tidak benar-benar memindahkan barang itu sendiri, itu bertindak sebagai perantara antara klien dan berbagai layanan transportasi. Mengirim produk dari satu tujuan internasional lain dapat melibatkan banyak operator, persyaratan dan legalitas. Sebuah layanan pengiriman barang menangani logistik yang cukup besar ini tugas untuk klien, menghilangkan apa yang sebaliknya akan menjadi beban yang tangguh.
Sebuah layanan pengiriman barang umumnya menyediakan satu atau lebih perkiraan untuk klien bersama dengan nasihat, jika diperlukan. Pertimbangan bahwa harga efek akan berkisar dari asal dan tujuan dengan persyaratan khusus, seperti pendingin atau, misalnya, pengangkutan bahan berbahaya. Dengan asumsi klien menerima tawaran forwarder itu, angkutan ini disiapkan untuk pengiriman. Layanan pengiriman barang kemudian melaksanakan tanggung jawab mengatur pengangkutan dari titik asal ke tujuan.
Salah satu dari banyak keuntungan dari menggunakan freight forwarding adalah bahwa ia menangani layanan tambahan yang merupakan bagian dari usaha pelayaran internasional. Asuransi dan bea cukai dokumentasi dan clearance adalah beberapa contoh. Sebagai konsolidator, sebuah layanan pengiriman barang juga mungkin menyediakan Non-Kapal Operasional Common Carrier (NVOCC) dokumentasi, atau bill of lading. Pergudangan, penilaian risiko dan manajemen, dan metode pembayaran internasional juga biasa diberikan kepada klien oleh layanan jasa pengiriman.
Sebuah layanan pengiriman barang forwarding dapat menghemat waktu klien tak terhitung potensi dan sakit kepala sementara menyediakan transportasi yang dapat diandalkan produk dengan harga yang bersaing. Sebuah layanan jasa pengiriman merupakan aset untuk hampir semua perusahaan yang bergerak dalam pengangkutan barang internasional, dan terutama berguna ketika di rumah-sumber daya yang tidak berpengalaman dalam prosedur pelayaran internasional.
Freight Forwarding Services :
Mengirim produk dari satu tujuan internasional lain dapat melibatkan banyak operator, persyaratan dan legalitas. Sebuah layanan pengiriman barang menangani logistik yang cukup besar ini tugas untuk klien, menghilangkan apa yang sebaliknya akan menjadi beban yang tangguh.
Produsen dan distributor dari seluruh dunia sering mengandalkan jasa ekspedisi udara untuk menangani logistik menghasilkan produk yang dikirim melalui udara ke tujuan internasional
Cargo Freight Forwarding :
Pengiriman udara seringkali sangat mahal, sehingga forwarder angkutan udara biasanya akan menangani pengiriman kargo kecil dan waktu sensitif. Proses pengiriman barang biasanya dimulai sebelum pengiriman sudah siap. Forwarder angkutan udara akan bernegosiasi harga dengan maskapai penerbangan komersial dan memberikan pilihan routing ke pelanggan mereka.
Untuk alasan ini, memiliki beberapa bentuk pengalaman layanan pelanggan sebelumnya sebelum Anda menjadi freight forwarder udara sering dianjurkan. Untuk menjadi freight forwarder udara, Anda mungkin akan perlu untuk memiliki keterampilan komputer baik dalam perangkat lunak yang biasa digunakan serta beberapa jenis perangkat lunak khusus untuk industri angkutan udara forwarding.
International Freight Forwarder :
Industri manufaktur dan ritel sering sangat tergantung pada perusahaan ekspedisi udara untuk memastikan bahwa produk dikirim dikirim ke pelanggan internasional dengan aman dan tepat waktu.
Isu penting lainnya ukuran dan berat kiriman dan seberapa cepat barang tersebut untuk mencapai tujuan. Berdasarkan informasi pengiriman ia telah terkumpul, freight forwarder penelitian pilihan. Ini biasanya termasuk menentukan apakah kereta api, air, udara atau transportasi truk adalah pilihan terbaik untuk transportasi.
Freight Forwarding Perusahaan/company :
Karena proses pelayaran internasional seringkali cukup rumit, banyak produsen beralih ke perusahaan angkutan udara forwarding untuk keahliannya di bidang ini. Jika Anda menjadi freight forwarder udara, Anda akan perlu memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai aturan dan peraturan transportasi internasional.
Sebelum menggunakan layanan dari sebuah perusahaan forwarding, itu adalah ide yang baik untuk mendapatkan review dan rekomendasi. Banyak negara tidak mengatur perusahaan yang mengiklankan diri mereka sebagai menawarkan layanan jasa angkut, yang berarti bahwa pelanggan dapat berakhir dalam perawatan perusahaan yang tidak memiliki pengalaman atau terlibat dalam aktivitas penipuan.
Perlengkapan Penunjang Kegiatan
Ground Handling
Ground handling merupakan kegiatan operasi darat yang sangat penting peranannya untuk mendukung terlaksananya suatu penerbangan .Demi untuk menunjang kegiatan ground handling, maka diperlukanlah beberapa perlengkapan yang mampu untuk membantu dan mempermudah para pekerja agar dapat melakukan kegiatan ground handling secara optimal dan maksimal.
saya akan mencoba untuk membahas tentang perlengkapan apa saja yang dapat digunakan dalam rangka untuk membantu para pekerja ground handling agar dapat bekerja secara optimal, efektif dan efisien.
Chocks. Chocks berguna untuk mencegah pesawat bergerak saat sedang diparkir didalam hanggar maupun reusable pallets yang sedang diparkir di apron area.Chocks diletakkan didepan dan belakang dari roda landing gear.
Bag carts. Bag carts mempunyai fungsi untuk mengangkut barang-barang seperti kargo, mail, koper dan barang-barang lainnya. Bag carts reusable pallets dilengkapi dengan sistem rem yang dapat menghambat pergerakan roda pada saat penghubung sedang reusable plastic pallets tidak terikat.
Trollies for containers and. Sesuai reusable pallets dengan namanya trollies ini digunakan untuk mengangkut beban yang ditempatkan ke dalam containers.
Refuelers. Refuelers ini memiliki fungsi untuk mengisi ulang reusable pallets bahan bakar yang diperlukan oleh pesawat. Refuelers dapat berupa truk yang berisi bahan bakar ataupun truk yang dilengkapi dengan reusable pallets hidran.
Tugs and tractors. Tugs and tractors memiliki fungsi untuk memindahkan peralatan atau barang-barang yang tidak dapat bergerak sendiri, contohnya seperti bag carts, mobile air conditioning units, air starters, lavatory carts, dan peralatan lainnya.
Container loader. Container loader berfungsi untuk membongkar muat kargo yang ditempatkan di dalam kontainer maupun pallet. Loader ini memiliki dua stand yang dapat naik reusable pallets dan turun secara bebas. Pallet di loader digerakkan dengan bantuan en suite rollers ataupun roda, dan dibawa kedalam pesawat berdekatan dengan stand.
Transporters. Transporters memiliki fungsi untuk membawa dan memindahkan barang-barang bawaan seperti kargo, bagasi dan mail. Barang-barang yang dapat diangkut tergantung pada kapasitas, jenis, dan beban kontainer yang dapat diangkut.
Yang Harus Di lakukan Petugas Kepada
Penumpang Transit
Jika kita ingin melakukan perjalanan ke sebuah kota, baik dalam lingkup domestik atau internasional pasti akan ada salah satu kota tujuan kita yang tidak bisa dicapai melalui penerbangan langsung. Nah, untuk hal itu maka pesawat harus melakukan transit. Entah untuk refueling atau kita harus berganti pesawat saat transit. Saat transit itulah, pentingnya keberadaan petugas transit. Petugas transit haruslah melakukan pelayanan yang baik kepada penumpang misalnya:
• petugas harus siap di pintu gate 20 menit sebelum STA.
• petugas security mengarahkan penumpang ke counter transit.
• petugas transit menyiapkan kartu transfer/transit.
• Petugas memeriksa tiket dan boarding pass
• Petugas transit dan petugas gate melakukan pengecekan terakhir penumpang transit dengan mencocokkan data di load departure message, boarding lounge, dan load control.
Yang membuat banyaknya penumpang yang tertinggal atau salah pesawat ketika transit, khususnya di indonesia.hehee.. adalah saat transit tersebut mengharuskan ganti pesawat. Kurang cakapnya pelayanan yang diberikan petugas,membuat itu semua masih banyak terjadi hingga saat ini. Mungkin saja petugas tersebut malas melakukan pengecekan pesawat untuk memastikan tidak ada bagasi yang ketinggalan, atau malas menanyakan dan memberi informasi tentang penerbangan yang akan digunakan.
Mungkin ada baiknya , pihak bandara membuat ruang transit sesuai tujuan akhir penumpang. Dengan begitu,tidak akan ada lagi penumpang yang ketinggalan. Kelengkapan sign board pun menunjang dalam proses transit. Pada akhirnya, pelayanan yang baik dan didukung oleh kelengkapan fasilitas yang menunjang saat transit akan dengan sendirinya mengurangi resiko penumpang ketinggalan atau salah pesawat dan begitupun dengan bagasinya itu sendiri.
Faktor Cuaca Utama Dalam Penerbangan
Cuaca adalah salah satu faktor utama dalam melakukan penerbangan, kondisi cuaca dapat menganggu proses pengoperasian pesawat pada saat lepas landas maupun saat landing di bandara tujuan. Sekarang ini banyak terjadi kecelakaan penerbangan yang diakibatkan oleh faktor cuaca, hal ini diakibatkan karena kurangnya informasi yang diberikan oleh NOTAM (notification to airment) kepada seorang PIC. Unsur cuaca meliputi prediksi arah angin, kecepatan angin, awan rendah dan kabut, tinggi dan ketebalan awan, visibilitas atau jarak pandang, turbelensi udar dan pengendapan es pda badan pesawat. Kondisi cuaca juga dapat dikategorikan cuaca yang baik (clear weather) atau cuaca yang buruk (bad weather), kondisi ini sangat menentukan bagi penerbangan apakah penerbangan ini bisa lanjut,ditunda, atau dibatalkan. Ketika hujan deras dapat menganggu visibility (jarak pandang) dan dapat menyebabkan landasan tergenang air yang bisa membahayakan dalam proses take off maupun landing, dalam hal ini biasanya peasawat melakukan holding (gerakan berputar di udara). Kondisi angin juga harus diwaspadai karena ada beberapa macam arah angin yang dapat menggangu dalam proses landing atau ketika berada di udara, arah angin dari depan (up wind), arah angin dari samping (cross wind). Hal ini dapat menganggu stabilitas pesawat. Cuaca sulit atau bahkan tidak dapat dihindari, petugas hanya dapat menyesuaikan aktifitas penerbangan dengan kondisi cuaca tertentu dan memprediksinya.
Grund Support Equipment (GSE)
Ground Support Equipment biasa ditemukan di suatu Bandar Udara , terkadang berada di jalur area pelayanan terminal. Peralatan ini digunakan untuk melayani pesawat terbang sebelum keberangkatan maupun setelah tiba di bandara, dinamakan ground support equipment karena peralatan ground handling ini dapat mendukung operasi pesawat ketika berada di darat. Adapun fungsi umum dari peralatan ini meliputi ground power operations, aircraft mobility, dan loading operations (penumpang dan barang).
Ground support equipment
Banyak Airlines yang melakukan sub contract dengan perusahaan ground handling di bandara ataupun handling agent, atau juga dengan Airline lainnya. Ground handling memiliki banyak persyaratan dalam memberikan pelayanan dari pesawat pengangkut penumpang, diantara waktu tiba harus berada di (apron) pintu terminal dan keberangkatan selanjutnya juga demikian. Kecepatan, akurasi, dn efisiensi sangatlah penting di dalam pelayanan ground handling. in order untuk meminimalisir waktu yang terbuang (turnaround time), selama pesawat berada di pintu.
Airlines kecil terkadang memperbaiki sub contract dengan Airline yang lebih besar dan memiliki reputasi. Melalui kerja sama jangka pendek, yang merupakan alternatif termurah.
Ada beberapa kategori untuk ground support equipment, dan (GSE) terdiri dari dua kategori, yaitu:
1.non-powered equipment
2.powered equipment
Saran yang mungkin bermanfaat bagi Operator GSE Pax and Baggage, yaitu :
1. Hendaknya lebih memberi perhatian terhadap unit-unit pendukung lainnya, agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif antara operator dengan unit lainnya.
2. Hendaknya mempertahankan pelayanan yang ramah serta selalu siap pada saat dibutuhkan, karena sudah sesuai dengan harapan pelanggan internal.
3. Walaupun telah sesuai pelaksanaannya dengan harapan unit terkait dalam hal memperhatikan ketepatan waktu dalam menyiapkan sarana pendukung, namun hendaknya di pertahankan karena bagaimanapun faktor ini dapat memberikan image yang baik bagi perusahaan.
4. Kemampuan operator dalam merespon keluhan yang di sampaikan oleh unit lain hendaknya di pertahankan atau di kembangkan agar bias melebihi harapan pelanggan.
5. Secara keseluruhan hendaknya memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik agar harapan pelanggan dapat terpenuhi dan memberikan kepuasan pelanggan yang meksimal.
Setelah kita mengenal Ground Handling, kita juga akan dikenalkan pada Ground Support Equipment (GSE) yaitu peralatan-peralatan pendukung dalam kegiatan Ground Handling. Ada dua (2) kategori untuk Ground Support Equipment (GSE) :
1. NON-POWERED EQUIPMENT
2. POWERED EQUIPMENT
1. NON-POWERED EQUIPMENT
CHOCKS
Chock digunakan untuk mencegah pesawat bergerak ketika parkir di apron atau di hanggar. Chocks diletakkan di depan dan di belakang roda landing gear pesawat. Chocks terbuat dari kayu yang keras atau karet yang keras biasa disebut juga towbar.
BAG CARTS
Kereta angkut (Baggage carts), digunakan untuk mengangkut cargo, excess baggage, mail, dan material lainnya dari terminal ke pesawat atau sorting facility. Carts dilengkapi dengan system pengereman dengan memblok roda sehingga tidak bergerak ketika akan disambungkan dengan balok untuk ditarik. Banyak kereta yang dilengkapi dengan penutup, kecuali untuk bagian yang menggunakan plastik dilindungi dengan terpal sehingga items terlindungi dari kondisi cuaca.
DOLLIES FOR CONTAINERS AND PALLETS
Trolli untuk container dan pallet digunakan untuk mengangkut muatan di container dan pallet. Dari keduanya memiliki inbuilt rollers atau roll untuk memudahkan di dalam mengangkut container dan pallet ke dalam space pesawat. Container dan pallet juga wajib dilengkapi dengan built-in fuses. Mekanik rem bergantung kepada konstruksi blok roda ketika trolli diangkat ke atas atau sebaliknya. Trolli untuk container memiliki pola memutar untuk membuat container dapat berbalik arah secara langsung saat proses loading ke dalam pesawat. Semua bagian pada trolli, baik roda, pole, system pengereman, bagian sambungan haruslah sesuai prosedur.
2. POWERED EQUIPMENT
REFUELLERS
Hydrant truck aircraft refueller, Aircraft refuellers biasa juga disebut fuel truck, atau hydrant truck. Fuel truck sendiri dapat mengangkut bahan baker sekitar 10,000 US gallons, fuel truck memiliki alat pemompa, penyaring, selang karet, dan peralatan lainnya. Sebuah hydrant cart bergerak ke pipeline network untuk menyediakan bahan bakar pesawat. Ada perbedaan yang signifikan antara hydrant system dengan fuel truck, hydrant system lebih menguntungkan karena fuel truck harus mengisi kembali secara berkala.
TUGS AND TRACTORS
Tugs dan tractors memiliki beberapa fungsi dan tujuan di dalam memberikan pelayanan pendukung di darat. Mereka digunakan untuk menarik atau menggerakkan alat-alat ground support yang mengalami kerusakan, termasuk bag carts, mobile air conditioning units, air starters, lavatory carts, and peralatan lainnya.
GROUND POWER UNITS
Ground power unit adalah kendaran yang mampu menyuplai tenaga ke pesawat yang sedang berada di parkir area. Ground power units juga memungkinkan dapat menyuplai jetway, mempermudah suplai energi listrik ke pesawat. Semua pesawat yang memiliki syarat 28V arus searah, dan 200V 400HZ arus bolak balik, energi listrik dibawa dari sebuah generator yang disambungkan ke pesawat lewat kabel yang sangat tebal. Kabel penghubung ini adalah standar untuk semua pesawat.
BUSES
Bis digunakan untuk mengangkut penumpang, dan memindahkan penumpang dari pesawat ke terminal, atau dari satu terminal ke terminal yang lainnya. Di beberapa Bandar udara bis hanya dapat digunakan untuk penumpang yang berada di lantai dasar, apabila berada di lantai 2 biasanya penumpang menggunakan garbarata, bis terkadang disebut sebagai mobile lounges.
CONTAINER LOADER
Loader untuk pesawat berbadan lebar (aircraft platform) digunakan untuk loading dan unloading cargo yang berada di container atau di pallet. Loader memiliki dua peron yang secara bebas mengangkat dan menurunkan. Container dan pallet saat di loader digerakkan dengan built-in rollers atau roda, dan diangkut ke pesawat melewati peron.
TRANPORTERS
Transporters adalah peron kargo yang memiliki konstruksi untuk membantu proses loading dan unloading. Tipe transporter tergantung pada load capacity container yang akan diangkut, dan berlaku juga untuk pallet serta transporter yang lebih besar.
AIR STARTER
Sebuah air starter adalah sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan mesin gas turbin yang, selama menghidupkan pesawat membutuhkan udara seperlunya agar mesin pesawat dapat hidup. Selama kompresor tidak bisa bekerja sendiri mengantarkan udara yang cukup, udara disediakan oleh air starter. Air starter mengeluarkan udara dengan selang yang didekatkan ke pesawat.
POTABLE WATER TRUCKS
Potable water trucks adalah kendaraan khusus yang mengisi drinking water di tangki pesawat. Air disaring dan dilindungi dari beberapa elemen selama tersimpan di kendaraan. Sebuah pompa di kendaraan membantu menggerakkan air dari kendaraan ke pesawat.
LAVATORY SERVICE VEHICLES
Kendaraan lavatory service kosong dan mengisi dari lavatories onboard aircraft, kotoran yang tersimpan di tangki, kemudian dibersihkan dengan kendaraan ini, setelah tangki dibersihkan kemudian diberikan campuran air dengan disinfecting concentrate, biasa disebut blue juice. Beberapa Bandar udara memiliki kereta lavatory yang lebih kecil dan harus ditarik dengan penarik.
CATERING VEHICLE
Catering juga meng unloading minuman dan makanan yang tidak habis terkonsumsi, selain me loading makanan dan minuman yang baru untuk penumpang dan crew. Tipe makanan di antar dengan kereta yang distandarkan. Makanan dibuat di darat sesuai dengan banyaknya permintaan (apart from chilling or reheating).
Kendaraan catering terbuat dengan lifting system, platform and an electro-hydraulic control mechanism. Kendaraan dapat mengangkat dan menurunkan, peron dapat menggerakkan ke depan pesawat.
BELT LOADERS
Belt loader adalah kendaraan yang menyediakan moveable belts untuk loading dan unloading baggage dan cargo. Sebuah belt loader digerakkan untuk membuka ruang di bawah pesawat, dikenal sebagai bin atau pit. Belt loader banyak digunakan pesawat kecil yang tidak dapat menggunakan container. Baggage tersimpan tanpa container melainkan dengan bulk loading.
PASSENGER BOARDING STAIRS
Passenger boarding stairs terkadang disebut tangga udara, digunakan untuk mengangkut penumpang dari darat ke kabin pesawat. Semenjak banyak pesawat yang memiliki pintu pesawat yang tinggi dari darat, tangga membantu penumpang naik dan turun dengan aman serta efisien. Ada beberapa tangga yang seperti eskalator sehingga mempermudah penumpang, ada juga tangga yang biasa saja. Banyak tangga yang dapat menyesuaikan ketinggian tangga dengan ketinggian pesawat.
PUSHBACK TUGS AND TRACTORS
Pushback tugs banyak digunakan untuk menarik pesawat dari runway menuju apron, begitu juga sebaliknya. Tugs ini sangat bertenaga karena memiliki mesin yang besar. Pushback tug juga bisa mendorong pesawat dalam beberapa situasi, seperti mendorong ke hangar. Ukuran tugs disesuaikan dengan ukuran pesawat. Beberapa tugs menggunakan tow-bar sebagai penghubung antara pesawat dengan tug itu sendiri. Selama menarik tugs menggunakan gear secara perlahan agar mempermudah dalam menarik pesawat.
DE / ANTI-ICING VEHICLES
Prosedur dari de/ anti icing, melindungi pesawat dari kebekuan akibat tertutup salju, dengan menggunakan kendaraan khusus yang memiliki tangan-tangan, seperti sebuah cherry picker untuk mempermudah akses masuk ke pesawat. Sebuah selang penyempot khusus mencairkan ice pada pesawat, juga mencegah penumpukkan salju selama berada di darat.

1. APRON SAFETY LINE
a. Adalah garis berwarna merah yang berada di Apron dengan lebar 0.15 meter.
b. Fungsinya menunjukan batas yang aman bagi pesawat udara dari pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE). Dan agar GSE tersebut
tidak terkena Jet Blast dari pesawat
c. Letak di sekeliling pesawat udara.
2. AIRCRAFT LEAD-IN DAN LEAD-OUT LINE MARKING
a. Adalah garis yang berwarna kuning di Apron dengan lebar 0,15 m.
b. Fungsinya sebagai pedoman yang digunakan oleh pesawat udara untuk melakukan taxi dari taxiway ke Apron atau sebaliknya.
c. Letaknya di Apron area.
3. AIRCRAFT STOP LINE MARKING
a. Adalah tanda berupa garis atau bar berwarna kuning.
b. Fungsinya sebagai tanda tempat berhenti pesawat udara yang parkir.
c. Letaknya di Apron area pada perpanjangan lead-in berjarak 6 m dari akhir lead- in line.
4. APRON EDGE LINE MARKING
a. Adalah garis berwarna kuning disepanjang tepi Apron.
b. Fungsinya menunjukan batas tepi Apron.
c. Letak pada sepanjang tepi Apron.
5. PARKING STAND NUNMBER MARKING
a. Adalah tanda di apron berupa huruf dan angka yang berwarna kuning dengan latar belakang warna hitam.
b. Fungsinya menunjukan nomor tempat parkir peaswat udara.
c. Letak di Apron area
6. AVIOBRIDGE SAFETY MARKING
a. Adalah garis berwarna merah yang berada di Apron dengan lebar 0.15 meter.
b. Fungsinya menunjukan batas yang aman bagi pesawat udara dari pergerakan peralatan pelayanan darat (GSE) khususnya Aviobridge atau
Garbarata
c. Letak di sekeliling pesawat udara.
7. EQUIPMENT PARKING AREA MARKING
a. Adalah tanda berupa garis yang berwarna putih dengan lebar 0,15 m.
b. Fungsinya sebagai pembatas pesawat udara dengan area yang diperuntukkan sebagai tempat parkir peralatan pelayanan darat pesawat
udara atau tempat parkir GSE
c. Letak di Apron area.
8. NO PARKING AREA MARKING
a. Adalah tanda yang berbentuk persegi panjang dengan garis-garis berwarna merah yang tidak boleh digunakan untuk parkir peralatan.
b. Fungsinya :
1) Digunakan untuk manuver towing tractor.
2) Digunakan untuk kendaraan bila terjadi emergency.
c. Letak didepan pesawat udara.
9. SERVICE ROAD MARKING
a. Adalah tanda berupa 2 (dua) garis yang parallel sebagai batas pinggir jalan dan garis putus-putus sebagai petunjuk sumbu jalan berwarna
putih dengan lebar garis 0,15 m.
b. Fungsinya membatasi sebelah kanan dan kiri yang memungkinkan pergerakan peralatan (GSE) terpisah dengan pesawat udara.
c. Letak di Apron Area.

1 komentar:

Abdul Rachman mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.